Banyak sekali pasangan yg tidak bahagia karena tidak bisa menikmati seks dalam perkawinan. Sebagian karena Gangguan Ereksi Suami, Ejakulasi Prematur dll. Yg lain krn istri menurun libido, Terangsang susah, Orgasme terganggu dll. Sebagian besar mereka tidak berkonsultasi karena malu. Hampir semua konsumsi obat tradisional atau herbal.
1. Anton 48 thn. Awalnya normal. Menikah 15 thn, sejak awal Ereksi lembek, Libido hampir tak ada hingga tidak bisa ML. Istri normal. Sdh 12 tahun mereka tidak ML. Selama ini beli obat diluar, tp tidak jelas manfaatnya. Ereksi bisa sedikit, tp mau masuk, lembek lagi. Istri menangis dan memeluk dan menciumi, tp suami menjuhkannya.
Pemeriksaan: Hormon turun, Rokok banyak dll. Dalam 2 minggu sudah normal. Selama ini tidak datang karena malu. Mereka tahankan menderita selama 12 thn.
2.Ny  Mawar 38 thndatang dengan suami 43 thn. Mereka menikah sdh 8 thn, Belum pernah ML sekalipun. Tiap mau ML, suami sdh Ereksi keras, mau masuk, Ms V istri, istri ketakutan dan mendorong suami. Gagal. Bgt terus Selama kawin ditahankan saja karena malu. Terakhir umur sdh 38 thn, takut tidak bisa punya anak lagi, mereka datang. Ternyata Vaginismus ringan. Penyebabnya karena takut suam selingkuh kalau sudah ambil perawan istri. Pada hal suami orang setia. Dalam satu bulan sudah bisa ML. Mereka bahagia.

Kesimpulan: Rasa malu berobat/konsultasi membuat tidak bisa nikmati seks dan menderita. Gangguan seks adalah biasa. Tidak perlu malu. Dengan singkat sudah sembuh dan ML nomal. Sayang sdh lama menderita hanya karena malu.