OBESITAS

Belakangan ini makin banyak orang mengalami obesitas. Pria dewasa, wanita dewasa, anak laki dan perempuan makin gemuk. Pada pria dewasa akan sangat mempengaruhi kemampuan seksnya. Hormon Testosteron akan menurun karena disebar kebadan yang besar. Akibatnya keinginan sex atau libido akan berkurang. Ereksi juga makin lembek. Frekuensi seks juga akan berkurang. Yang lebih berat lagi banyak penyakit akan hinggap. Mulai Diabetes, Hipertensi, Penyakit Jantung dll. Penyakit-penyakit ini membutuhkan banyak obat kadang sampai 10 macam yang harus dikonsumsi tiap hari. Sekali menderita penyakit penyakit tadi seumur hidup akan menderita karena tidak pernah bisa sembuh. Karena itu Obesitas adalah ancaman besar pada kesehatan seksual pria maupun wanita. Demikian juga pada anak, akan mengalami Mikropenis. Untung pengobatannya sekarang sangat mudah. Dengan meminum kapsul dan mengoleskan krim selama 2 bulan penis sudah berkembang menjadi normal sampai ukuran saat itu atau umur saat itu. Yang penting belum mengalami pubertas. Kalau sudah pubertas dengan tanda tumbuhnya rambut disekitar penis dan sudah mimpi basah, pertumbuhan penis sudah selesai. Tidak bisa tumbuh lagi. Ada yang mengatakan masih bisa tumbuh, itu tidak benar. Pada pria dewasa kemampuan seksnya akan menurun karena obesitas. Seberapa berat penurunannya, tergantung pada berat badannya. Makin berat badan makin turun kemampuan seks. Kenapa? Karena hormon Testosteron yang menghasilkan kekuatan seks manusia terutama pria akan tersedot ke badan yang besar sehingga konsentrasi dalam darah akan menurun. Hormon ke otak juga akan kurang, ke penis juga akan berkurang. Normal konsentrasi Testosteron di darah pria 2,8-8 ng/dl. Biasanya dibawah 4ng/dl ereksi sudah mulai menurun. Kalau kurang dari 2,8ng/dl, libido/ keinginan akan berkurang. Dibawah 2 ng/dl, bahkanpenis akan berkeruat atau mengecil. Badan juga muda kedinginan. Jadi pada orang gemuk, terpaksa ditambah hormonnya sambil dikuruskan badannya. Bila berat badan sudah turun normal, kemampuan seks akan kembali normal. Bila tidak, terpaksa hormon deberikan biasanya sekali dalam sebulan.