Pria S, 60 tahun mengalami Disfungsi Ereksi. Sudah lebih dari 3 bulan tidak bisa hubungan dengan istri. Mereka baru menikah 6 bulan. Istri pertama meninggal 10 bulan yang lalu karena penyakit kanker. S belakangan kawin lagi dengan janda berumur 31 tahun beranak satu. Mereka ingin punya anak lagi sebagai pengikat perkawinan mereka. 
Awal kawin, S bisa ereksi walau tidak begitu keras. Sebelumnya dia tidak tahu bahwa ereksinya sudah menurun karena sejak istri almarhum sakit, mereka tidak pernah berhubungan lagi sampai kawin sekarang.
Gangguan ereksi atau Disfungsi ereksi bisa disebabkan gangguan fisik dan atau jiwa. Dari sudut jiwa tidak masalah, karena mereka suami istri cocok sekali walau beda umur 29 thn.  Untuk itu diperiksa darah lengkap sampai ke hormon Testosteron. Hasilnya Cholesterol 289 mg/dl dan Testosteron 2,9 ng/dl. Yang lain normal. keduanya menyebabkan ereksi lemah Disfungsi Ereksi (DE). Bila Cholesterol diatas 230 mg/dl, sudah bisa menyebabkan ereksi lembek. Bila Testosteron dibawah 4 ng/dl, ereksi juga lembek dan libido berkurang. 
Terapi: Injeksi Testosteron dan obat anti Cholesterol selama 1 minggu. 
Kedatangan kedua 10 hari kemudian, ereksi sudah normal. Mereka bisa senang menikmatinya 2-3 kali perminggu. Dinasehatkan jangan banyak makan lemak dan perlu olahraga supaya Cholesterol jangan naik lagi dan Testosteron tetap cukup. Mereka berdua senang dan happy.